Tips Bahagia Menghadapi Istri

Posted on

 

Buat Para Suami: Tips Bahagia Menghadapi Istri

Tips Bahagia Menghadapi Istri ( Penting…!!!)

Diam-diam, banyak suami mengeluhkan sifat2 dan sikap istri2nya. Mereka sering bertengkar alasannya itu. Umumnya terjadi pada pasangan yang usia pernikahannya belum masuk fase damai alias masih gonjang-ganjing dengan banyak sekali angin ribut godaan, cobaan dan alasannya belum saling memahami, terutama suami sebagai pemimpin pada istrinya

Perlu diketahui, ada beberapa abjad dasar umum alamiah perempuan yang para suami jangan punya pikiran untuk merubahnya, alasannya selain akan sia-sia juga tidak perlu:

1. Sense of narsis.
2. Shopping alias belanja
3. Cerewet, ceriwis binti ngomel
4. Tak pernah terkalahkan alias harus selalu menang jikalau bertengkar.
5. Daya ingat yg tajam atas daftar kesalahan2 suami yang keluarnya ketika ribut.
6. Kurang bersyukur alias selalu merasa kurang.

Itu ialah abjad dasar atau sifat-sifat umum alias kebanyakan dan tidak semuanya ekspresif melekat pada setiap perempuan. Pendidikan yang tinggi dan pergaulan yang luas mampu menguranginya tapi tidak menghilangkannya.

Karakter dasar dan sifat-sifat ini jikalau dirasakan menonjol dan diluruskan malah akan patah (dari tulang rusuk yang bengkok) dan menjadikan pertengkaran.

Jadi? Bila menemukan sifat2 itu pada istri Anda nikmatilah sebagai kelebihan perempuan. Kenapa? Karena keenam sifat itu, tanpa sadar, justru ialah susukan kesehatan dirinya. Melalui sifat-sifat itulah perempuan/istri menjadi sehat dan menyehatkan jiwanya. Itu semua ialah alamnya, dunia bawah sadarnya dan abjad aslinya, yang jikalau suami tak merasakannya justru tidak normal dan akan merasa kehilangan.

Apa hubungannya dgn kesehatan dirinya? Dan mengapa tak perlu dirubah? Nih lihat beban kerja seorang istri: menyusui anak, mengurus mereka dari mandinya, makanannya pakaiannya sampai sekolahnya, melayani suami, mengurus rumah: nyuci piring, masak, beres2 rumah.

Yang tak punya pembantu sedangkan suaminya sibuk, juga nyuci baju, ngepel, nyetrika, setelah itu harus melayani suami di daerah tidur dan harapan suami yang lain. Banyak istri berperan bukan sebagai istri tapi layaknya pembantu.

Istri yang bekerja atau wanita karir, apalagi suami kurang mengerti, lebih berat lagi bebannya. Selain tugas-tugas itu diperhatikan dan dikerjakannya semua, juga harus nyari uang, nyari nafkah diluar rumah.

Melihat ini semua, tega kah engkau kaum lelaki memarahinya? Beban istri sangat berat, makanya fisiknya lebih besar lengan berkuasa dari lelaki. Di balik kelembutan dan keanggunannya tersimpan kekuatan dan keperkasaannya. Apalagi yang juga harus sekolah S2 dan S3. Banyak istri benar-benar sebagai wonderful woman.

Nah, shopping, ngomel, menggerutu dll ialah saluran-saluran penyeimbangnya semoga ia selalu sehat dibalik beban beratnya itu. Hebatnya istri lagi, dibalik keindahan ngomel dan gerutunya, tangannya tetap aktif bekerja, suat-siet, semua pekerjaan rumah dikerjakan dan beres. Selemah apapun engkau melihat istrimu, bersyukurah. Dalam syukur itulah, kebahagiaan bersembunyi dan menantimu